Manajer Fantasy Premier League mulai mengaktifkan chip Wildcard pada Gameweek 3 dengan menyiapkan 4 strategi berbeda untuk membangun skuad terbaik di awal musim kompetisi. Sejumlah manajer memilih untuk mengandalkan Erling Haaland serta penyerang premium lainnya, sementara sebagian manajer lain lebih menyukai opsi penyebaran anggaran secara merata ke seluruh lini.
Data awal musim menunjukkan adanya peluang menarik untuk mengalokasikan anggaran besar pada lini pertahanan klub-klub papan atas. Arsenal tercatat hanya kebobolan peluang senilai 0,54 expected goals dalam dua pertandingan pembuka, sedangkan Manchester City menjamu Coventry City pada Gameweek 3 dengan catatan statistik yang sangat meyakinkan.
Liverpool dijadwalkan bertandang ke markas Ipswich Town, sementara Chelsea memiliki rangkaian jadwal pertandingan yang jauh lebih menguntungkan terhitung mulai pekan keempat. Kondisi ini membuat para manajer memiliki banyak alternatif struktur tim tanpa harus terpaku pada satu formula tunggal yang dianggap paling sempurna.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePendekatan pertama berfokus pada lini belakang yang solid dengan mengandalkan bek tangguh asal Arsenal seperti Gabriel Magalhaes dan kiper David Raya. Strategi ini memadukan Lewis Hall dari Newcastle United serta Josko Gvardiol dari Manchester City untuk mendulang poin tanpa harus bergantung penuh pada gelandang.
Strategi Lini Tengah dan Empat Pemain Premium FPL
Pendekatan kedua memusatkan anggaran pada sektor gelandang kreatif demi mendulang poin maksimal melalui kombinasi lima pemain tengah bernilai tinggi. Bukayo Saka, Cole Palmer, dan Bruno Fernandes bergabung bersama Dominik Szoboszlai serta Pascal Gross untuk mengisi pos lini tengah dalam satu tim.
Pengorbanan utama dari strategi ini terletak pada sektor pertahanan yang harus diisi oleh pemain berharga murah guna mengimbangi mahalnya harga para gelandang andalan. Meskipun demikian, konsentrasi anggaran di lini tengah dinilai mampu memberikan ledakan perolehan poin secara signifikan dari setiap pekan pertandingan.
Pendekatan paling ekstrem sekaligus memicu perdebatan adalah strategi empat pemain premium yang memuat Erling Haaland, Bruno Fernandes, Cole Palmer, dan Bukayo Saka secara bersamaan. Keempat pemain bintang tersebut menghabiskan hampir separuh dari total anggaran 100 juta poundsterling yang diberikan kepada setiap manajer.
Konsekuensi dari strategi keempat ini adalah minimnya kedalaman skuad serta ketergantungan penuh pada pemain seharga 4,0 hingga 4,5 juta poundsterling di lini belakang. Skuad jenis ini menuntut performa konsisten dari para pemain bintang agar investasi besar yang dikeluarkan memberikan hasil setimpal bagi para pemburu peringkat.