Dikutip dari laporan media Sports Illustrated, National Football League resmi mengakhiri perjalanan panjang ajang All-Star Pro Bowl setelah berjalan selama 75 tahun. Keputusan tersebut diambil menyusul kemerosotan kualitas pertandingan yang kian parah dalam beberapa musim terakhir.
Sebagaimana diwartakan oleh Sports Illustrated, salah satu pemicu utama kemunduran tersebut adalah keputusan NFL pada tahun 1995 untuk memberikan hak suara kepada para penggemar. Kebijakan ini dinilai membuat pemain yang populer di media sosial lebih mudah terpilih ketimbang mereka yang benar-benar tampil gemilang di lapangan.
Menurut laporan media tersebut, pemindahan jadwal pertandingan ke pekan sebelum Super Bowl pada tahun 2010 juga memperburuk keadaan. Kebijakan ini membuat para bintang dari tim yang berlaga di Super Bowl terpaksa absen dan melewatkan ajang bergengsi tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan laporan, situasi semakin tidak terkendali ketika pihak liga terlalu longgar memanggil pemain cadangan sebagai pengganti. Banyak pemain pengganti yang sebenarnya tidak layak tampil dipaksakan masuk, sehingga nilai kehormatan sebagai seorang Pro Bowler menjadi merosot drastis.
Mengutip laporan yang sama, perpindahan lokasi pertandingan dari Hawaii ke Orlando pada tahun 2017 turut mematikan daya tarik emosional bagi para pemain. Hawaii selama ini dikenal memiliki magis tersendiri yang membuat para bintang sepak bola Amerika antusias untuk hadir.
Terakhir, upaya penyelamatan terakhir melalui peralihan format dari sepak bola Amerika tradisional menjadi flag football pada tahun 2023 justru menegaskan akhir dari era kejayaan ajang tersebut. Keputusan-keputusan kontroversial ini pada akhirnya mengakhiri riwayat Pro Bowl secara permanen.