Sebagaimana diwartakan oleh Der Spiegel, para peneliti di Amerika Serikat percaya telah menemukan petunjuk pertama yang mengarah pada keberadaan materi gelap di alam semesta.
Berdasarkan laporan media, temuan tersebut berawal dari terdeteksinya kilatan cahaya ultraviolet sangat kecil di dalam sebuah tangki raksasa yang diisi dengan sepuluh ton gas mulia xenon di fasilitas riset bawah tanah Sanford, South Dakota.
Tim peneliti dari eksperimen LUX-ZEPLIN mengungkapkan bahwa sinyal tersebut berpotensi menjadi jejak dari partikel WIMP atau weakly interacting massive particle yang selama ini dicari-cari oleh para ilmuwan fisika.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, para periset tetap bersikap sangat berhati-hati karena data pengukuran yang diambil antara bulan Maret 2023 hingga April 2024 tersebut masih harus melalui proses peninjauan sejawat sebelum resmi dipublikasikan.
Mengutip keterangan fisikawan Sam Eriksen dari University of Bristol di Inggris, temuan itu "bisa menjadi petunjuk pertama observasi materi gelap", meski mereka juga mengakui kemungkinan adanya faktor kebetulan.
Sementara itu, fisikawan Laura Baudis dari University of Zurich menyampaikan bahwa arti penting dari penemuan ini masih sulit untuk dipastikan secara utuh karena didasarkan pada satu peristiwa tunggal saja.
Di sisi lain, eksperimen lain yang dipimpin oleh Baudis justru sukses mencatatkan pencapaian tersendiri dengan mendeteksi untuk pertama kalinya varian neutrino matahari berenergi sangat rendah.