Koktail legendaris Bloody Mary ternyata menyimpan kisah penamaan yang jauh lebih menyeramkan daripada cerita hantu di cermin. Minuman berbahan dasar vodka dan jus tomat ini diciptakan pertama kali pada era 1920-an di Paris oleh seorang bartender asal Prancis bernama Fernand Petiot.
Sebelum dikenal luas seperti sekarang, minuman sederhana yang hanya mencampurkan vodka dan jus tomat tersebut sempat dijuluki dengan nama Bucket of Blood. Julukan tersebut tercetus ketika seorang pengunjung melihat warna merah darah dari minuman tersebut dan teringat pada sebuah klub malam di Chicago bernama sama.
Ketika minuman ini dibawa ke Amerika Serikat pada tahun 1930-an, namanya bertransformasi menjadi Bloody Mary. Komedian ternama George Jessel disebut-sebut sebagai sosok yang mempopulerkan nama tersebut saat berkunjung ke 21 Club di New York.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAsal-usul penamaan minuman ini hingga kini masih menyisakan sejumlah misteri dan teori yang beragam. Sebagian sumber menghubungkannya dengan Ratu Mary I dari Inggris, sementara versi lain mengaitkannya dengan seorang wanita bernama Mary Geraghty atau tumpahan minuman pada gaun sosialita Mary Brown Warburton.