Sebagaimana diwartakan oleh majalah VEJA, penggunaan kecerdasan artifisial dalam industri kreatif kini semakin tak terbendung dan mulai mendominasi berbagai produksi film serta televisi dunia. Teknologi yang sempat dipandang sebelah mata ini perlahan-lahan diterima oleh berbagai studio besar demi efisiensi produksi yang lebih tinggi.
Berdasarkan laporan media internasional, langkah berani diambil oleh Netflix yang mendirikan studio khusus animasi berbasis kecerdasan artifisial serta mengoptimalkan ratusan judul tayangan. Pemanfaatan teknologi mutakhir ini mencakup pembuatan kerumunan penonton digital hingga penyempurnaan detail visual yang sebelumnya memakan waktu lama.
CEO O2 Filmes, Paulo Barcellos, mengungkapkan bahwa kehadiran teknologi ini tidak serta-merta memicu pemutusan hubungan kerja massal di perusahaan produksinya. Menurut Barcellos, "Teknologi ini justru membantu mempercepat proses decupagem, pengaturan jadwal kerja, hingga penerjemahan naskah secara efisien."
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSejumlah pesohor industri kreatif internasional seperti Martin Scorsese, Andy Serkis, dan Steven Soderbergh juga mulai merangkul pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam proyek-proyek terbarunya. Mulai dari peremajaan wajah aktor hingga pembuatan ilustrasi papan cerita kini terbantu oleh sistem canggih tersebut.
Meski demikian, kehadiran inovasi ini tetap menyisakan kekhawatiran mendalam terkait potensi pergeseran tenaga kerja manusia di balik layar industri audiovisual. Kendati demikian, banyak pihak meyakini bahwa teknologi ini pada akhirnya akan berfungsi sebagai alat bantu kreatif yang berharga di tangan para sineas profesional.