Teknologi penyelamatan bencana kini menghadirkan inovasi unik melalui pemanfaatan kecoa cyborg bernama Paraborgs untuk menjangkau lokasi ekstrem. Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Advanced Science, serangga robotik ini dirancang khusus sebagai bentuk intervensi medis lapangan bagi korban yang terjebak.
"A lot of people might not like the sight of a giant cockroach scurrying toward them, but if you are trapped in rubble or stuck in a cave and need help, it could make a real difference between life and death," ujar co-author studi sekaligus kandidat Ph.D. Hai Nhan Le dalam rilis resminya.
Dalam proses pembuatannya, para peneliti menggunakan kecoa raksasa asal North Queensland atau Macropanesthia rhinoceros yang memiliki ukuran panjang mencapai 3,3 inci. Serangga tersebut dipasangkan ransel khusus berisi silinder jarum suntik serta kamera pengintai untuk memudahkan pemantauan jarak jauh.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Once we implant an electrode into the insect, we can apply a small electrical signal to activate or stimulate the nerve system so that they can respond to our command," ucap biorobotics engineer Thang Vo-Doan menjelaskan mekanisme pengendali saraf kecoa tersebut.
Uji Coba Paraborgs Berhasil Catat Tingkat Akurasi Tinggi
Meskipun menghadapi tantangan teknik yang kompleks, uji coba pembuktian konsep menunjukkan bahwa Paraborgs memiliki tingkat keberhasilan hingga 95% dalam melakukan injeksi jarak dekat. Kecoa cyborg ini mampu bernavigasi ke target secara akurat dan menjaga kestabilan tubuh sebelum menyuntikkan obat.
"The long-term goal is targeted human-supervised intervention in places conventional medical technologies cannot access," tutur associate profesor robotika medis dari University of New South Wales, Thanh Nho Do.
Pihak pemadam kebakaran juga menilai kehadiran serangga cyborg ini dapat menjadi aset berharga dalam operasi pencarian dan penyelamatan perkotaan di masa depan. Berbagai jenis serangga lain pun berpotensi dikembangkan guna memanfaatkan kekuatan alami mereka dalam misi penyelamatan yang berbeda.
"Rather than building one robot to do everything, we can harness the natural strengths of different insects and equip them for different missions," ucap Vo-Doan menambahkan potensi pengembangan teknologi tersebut.