Memasuki hari keenam, krisis air bersih yang melanda kawasan Mendalo dan Pematang Gajah, Kabupaten Muaro Jambi, belum juga menemukan titik terang. Sebagaimana diwartakan, di tengah penderitaan warga yang harus berhadapan dengan pekatnya kabut asap, layanan air bersih dari PDAM Tirta Muaro Jambi justru menuai polemik akibat klaim sepihak.
Plt Direktur Utama PDAM Tirta Muaro Jambi, Nazariah, sebelumnya menyatakan bahwa perbaikan pipa yang mengganggu distribusi air dari Unit Mendalo ke Pematang Gajah telah rampung dikerjakan. Berdasarkan laporan media, ia sempat mengeluhkan gangguan pemadaman listrik yang menghentikan operasional, namun mengeklaim kendala teknis utama sudah teratasi.
Mengutip keterangan Nazariah saat dikonfirmasi, perbaikan tersebut kini hanya menyisakan tahap penyaluran air ke pelanggan. "Iya tadi listrik mati, operasional memang terhenti. Alhamdulillah selesai," ujarnya, seraya menambahkan bahwa proses selanjutnya "Tinggal menunggu pendistribusian saja. Optimalisasi pendistribusian saja lagi."
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, klaim optimistis dari pihak manajemen tersebut berbanding terbalik dengan fakta di lapangan berdasarkan hasil penelusuran media. Sumber terpercaya di lokasi proyek pergeseran pipa mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik nyatanya belum sepenuhnya rampung.
Berdasarkan laporan di lapangan, dari total tiga jalur pipa induk yang wajib digeser akibat proyek pembangunan turap, para pekerja baru merampungkan dua jalur saja. "Belum, mereka masih mindahin pipa. Ada tiga pipa induk yang digeser, yang sudah baru dua jalur pipa. Satu pipa lagi belum dibongkar," beber sumber tersebut.
Selain persoalan fisik pipa yang belum selesai, warga juga dihadapkan pada kekecewaan mendalam akibat nihilnya bantuan mobil tangki air bersih yang sempat dijanjikan pihak PDAM. Selama enam hari berturut-turut, masyarakat Pematang Gajah terpaksa bertahan di tengah krisis air bersih tanpa solusi nyata di tengah gempuran kabut asap.