Ketegangan politik di Spanyol memuncak setelah pemimpin oposisi Alberto Núñez Feijóo melancarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Pedro Sánchez dalam sidang di Kongres. Berdasarkan laporan media, perseteruan ini dipicu oleh krisis perbatasan di Ceuta yang dinilai sebagai salah satu ujian politik paling berat bagi pemerintahan saat ini.
Dalam pidatonya, Feijóo secara terbuka menuding bahwa gelombang migran yang melanda wilayah otonomi tersebut telah direncanakan dan dikoordinasikan oleh pihak Marruecos. Ia mendesak pemerintah agar tidak tinggal diam dan menuduh Sánchez melindungi negara tetangga tersebut akibat ketakutan personal yang mengorbankan kepentingan nasional.
Partai oposisi Partido Popular memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan tekanan politik secara agresif. Konsistensi partai dalam mengawal isu integritas teritorial ini dinilai berhasil merebut simpati publik secara luas serta memperlihatkan kerentanan posisi koalisi pemerintah di parlemen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi desakan tersebut, Feijóo juga melontarkan kecaman keras atas keputusan Sánchez yang dinilai lamban bertindak dan sempat absen selama masa liburan musim panas ketika krisis baru saja meletus. Oposisi meyakini bahwa skandal penanganan perbatasan ini bakal menjadi pukulan telak bagi karier politik perdana menteri di masa depan.