Direktur Olahraga Bayern Munich Max Eberl menjelaskan alasan kegagalan Joao Palhinha bersinar di Allianz Arena setelah gelandang Portugal itu resmi dilepas ke Benfica. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, kepindahan tersebut sekaligus mengakhiri petualangan singkat sang pemain bersama raksasa Bundesliga tersebut.
Menurut Max Eberl, proses perekrutan Joao Palhinha mengalami berbagai dinamika karena pergantian manajemen klub serta kedatangan pelatih baru Vincent Kompany. "João sebenarnya sangat tidak beruntung karena gagal bergabung satu tahun lebih awal. Saat kami merekrutnya dari Premier League, arah perkembangan tim bersama Vinnie Kompany ternyata menuntut gaya permainan berbeda," ujar Eberl sebagaimana dikutip dari laporan Sky Sports.
Meskipun gagal memenuhi ekspektasi setelah dibeli dengan harga mahal, pihak klub tetap memuji profesionalisme pemain bersangkutan. Dari analisis Kabayan News, label pembelian gagal atau flop yang melekat pada sang gelandang dinilai wajar karena minimnya kontribusi di atas lapangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"João Palhinha tetap pemain top memiliki karakter hebat dengan kekuatan jelas, meski gaya mainnya tidak pas untuk lini tengah kami. Saat pemain berharga mahal gagal tampil maksimal, publik cepat menyebutnya flop padahal ada alasan faktual di balik itu," tambah Eberl.
Kini manajemen Bayern Munich merasa lega karena telah menemukan solusi terbaik bagi semua pihak setelah melepas sang pemain pulang ke Portugal. Berdasarkan laporan internal klub, hasil penjualan tersebut langsung dimanfaatkan untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub pada bursa transfer musim ini.