Kabupaten Ciamis merupakan salah satu wilayah kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban Sunda masa lalu. Berdasarkan data administrasi, wilayah ini mencakup total 27 kecamatan, 7 kelurahan, dan 258 desa.
Berdasarkan catatan kependudukan akhir tahun 2024, jumlah penduduk di wilayah ini mencapai 1.297.783 jiwa dengan luas wilayah total mencapai 1.415 km² serta tingkat kepadatan penduduk sebesar 920 jiwa per kilometer persegi.
Secara geografis, kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan di sebelah utara, serta Kota Banjar dan Provinsi Jawa Tengah di sebelah timur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeWilayah administratif ini juga berbatasan dengan Kabupaten Pangandaran di sebelah selatan, serta Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya di sebelah barat.
Jejak Sejarah dan Pusat Kerajaan Galuh di Ciamis
Jejak sejarah kabupaten ini tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Kerajaan Galuh yang pernah menjadi pusat kekuasaan penting di Tatar Sunda. Berdasarkan kajian sejarawan W.J Van der Meulen, pusat pemerintahan Kerajaan Galuh berada di sekitar kawasan Kawali yang kini masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Ciamis.
Nama Galuh sendiri memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat setempat, di mana dalam bahasa Sanskerta kata tersebut merujuk pada sejenis batu permata atau sebutan bagi putri raja yang belum menikah.
Pemerintah kabupaten setempat bahkan sempat menginisiasi pengembalian nama Ciamis menjadi Galuh melalui berbagai diskusi kelompok terpumpun yang melibatkan sejarawan, budayawan, dan tokoh masyarakat.
Meskipun kini wilayah bagian selatan telah mengalami pemekaran menjadi Kabupaten Pangandaran pada tahun 2012, warisan budaya dan situs bersejarah di daerah ini tetap terjaga dengan baik hingga saat ini.