Sebagaimana diwartakan, insiden mengejutkan menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam di Sidoarjo yang mengalami gejala keracunan massal secara mendadak setelah melaksanakan ibadah salat asar.
Berdasarkan laporan media, gelombang keluhan mulai dirasakan para santri ketika mereka masuk ke jam pelajaran pertama pada sore hari, di mana banyak di antara mereka yang mendadak mual hingga bolak-balik ke kamar mandi.
Salah seorang santri bernama Hasan mengungkapkan bahwa para korban sebelumnya sempat menikmati santap siang bersama dengan menu yang dibagikan ke lingkungan pondok.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Awalnya makan siang bersama. Makan MBG sekitar jam 13.00 WIB. Lauknya telur dadar, tapi kuahnya apa saya tidak tahu. Saya tidak ikut makan," ujar Hasan, sebagaimana dikutip dari laporan TribunJatim.com.
Ia menambahkan bahwa gejala awal mulai dirasakan para korban selepas salat asar, yang awalnya dikira hanya sakit perut biasa sebelum akhirnya banyak yang dilarikan ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Namun, karena jumlah santri yang mengeluhkan sakit semakin banyak dan kondisi mereka memburuk, pihak pengurus akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi para korban menggunakan ambulans ke sejumlah rumah sakit rujukan.
Sementara itu, ketua asrama putra, Ferdiansyah, memastikan bahwa seluruh santri yang menjadi korban kini telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di berbagai fasilitas kesehatan terdekat.
"Yang mengabarkan ada meninggal itu hoaks. Kami sudah cek di semua rumah sakit," tegas Ferdiansyah menepis kabar bohong yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi para santri merupakan menu yang dikirimkan oleh pihak luar, bukan berasal dari dapur internal pondok pesantren.
Hingga laporan ini diturunkan, tercatat ada sekitar 300 santri putra dan putri yang mendapatkan perawatan medis darurat di RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, hingga RS Delta Surya.