Mengutip laporan Kompas, peraih Nobel Ekonomi 2024 sekaligus penulis buku populer Why Nations Fail, James A Robinson, menegaskan bahwa kemajuan sebuah negara tidak semestinya disandarkan pada figur atau sosok pemimpin tertentu.
Berdasarkan pemaparannya dalam diskusi buku Mengapa Negara Gagal di Jakarta, keberlanjutan kemajuan suatu bangsa justru ditentukan oleh kekuatan institusi politik serta ekonomi yang terbangun di dalam sistem negara tersebut.
Sebagaimana diwartakan, ilmuwan politik dari Universitas Harvard tersebut menyatakan bahwa institusi yang kuat akan menjaga laju pembangunan tetap stabil terlepas dari siapa pun yang sedang memegang kendali kepemimpinan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam kesempatan yang sama, Robinson juga menyoroti pentingnya tata kelola yang transparan agar peran aktif negara dalam mendorong pembangunan infrastruktur maupun hilirisasi tetap berjalan secara inklusif dan tidak ekstraktif.
Melalui karyanya, institusi inklusif dinilai memberikan ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan politik, berbanding terbalik dengan institusi ekstraktif yang memusatkan sumber daya untuk kelompok tertentu.