Berdasarkan laporan media massa internasional, operator kereta api nasional Denmark, DSB, membawa kabar penting mengenai proyek terbesar dalam sejarah mereka yang bertajuk "Fremtidens S-bane". Sebagaimana diwartakan, proyek ambisius ini bertujuan untuk mengotomatisasi seluruh jaringan kereta S-tog di Kopenhagen agar dapat beroperasi tanpa masinis, mirip dengan sistem kereta bawah tanah atau metro.
Mengutip laporan dari pihak perusahaan, DSB telah resmi menggandeng Hitachi Rail sebagai penyedia utama untuk kontrak SuSy guna melengkapi 87 stasiun agar siap menyambut operasional tanpa pengemudi. Pemilihan Hitachi Rail ini dilakukan setelah menyisihkan satu-satunya pesaing mereka, Siemens, sekaligus menandai terpenuhinya seluruh kebutuhan vendor utama untuk tahapan proyek berikutnya.
Kendati demikian, proyek jangka panjang yang direncanakan memakan waktu hampir 20 tahun sejak dimulainya pada 2021 ini juga diiringi dengan tantangan finansial berupa kebutuhan pinjaman tambahan. Menanggapi hal tersebut, pihak DSB menegaskan bahwa langkah otomatisasi ini bukan sekadar upaya penghematan finansial semata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana ditegaskan oleh para petinggi perusahaan, inisiatif besar ini difokuskan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang serta meningkatkan daya tarik transportasi publik. Melalui sistem tanpa masinis, kapasitas angkut diproyeksikan meningkat serta frekuensi perjalanan menjadi lebih padat karena waktu putar balik di stasiun akhir dapat dipangkas secara signifikan.
Di sisi lain, proyek raksasa ini tidak luput dari perhatian publik dan kritik terkait potensi gangguan selama masa transisi pembangunan serta pembengkakan anggaran. Pemerintah bersama DSB tetap optimistis bahwa modernisasi jaringan rel ini akan memberikan manfaat jangka panjang yang sepadan bagi mobilitas warga di kawasan perkotaan.