Layanan kecerdasan buatan Google Gemini mengalami gangguan akses bagi sebagian pengguna di Rusia meskipun telah menggunakan layanan Virtual Private Network atau VPN. Berdasarkan laporan dari situs pemantauan Downdetector dan media teknologi lokal Kod.ru, pemutusan akses ini terjadi bersamaan dengan peluncuran model kecerdasan buatan terbaru bernama Gemini 3.7 Flash pada pertengahan Agustus 2026.
Sebelumnya, platform Gemini sudah tidak dapat diakses secara langsung menggunakan alamat IP lokal di Rusia akibat pembatasan regional yang ketat. Namun, perluasan gangguan kali ini mencakup para pengguna yang berupaya menerobos pembatasan tersebut melalui jaringan terowongan VPN privat.
Berdasarkan analisis pakar teknologi yang dihimpun oleh Kod.ru, kendala teknis tersebut muncul akibat konfigurasi standar layanan VPN yang mengecualikan domain Google dari jalur enkripsi. "Banyak layanan VPN mengecualikan google.com dan beberapa layanan Google lain dari terowongan secara bawaan agar pencarian dan email berjalan lebih cepat," ungkap salah satu narasumber dalam laporan tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKonfigurasi pengecualian tersebut menyebabkan lalu lintas data langsung mengalir dari alamat IP asli pengguna di Rusia tanpa melalui enkripsi server luar negeri. Akibatnya, sistem keamanan Google mendeteksi lokasi geografis asli pengguna dan memblokir permintaan akses secara otomatis.
Selain masalah konfigurasi routing, algoritma pelacakan Google kini mengandalkan kombinasi sinyal perilaku serta data lokasi dari aplikasi Google Maps. Pengamatan dari analisis media Meduza menunjukkan bahwa koneksi berulang dari alamat server VPN yang sama membuat sistem Google mengasosiasikan server tersebut dengan yurisdiksi Rusia.
Hingga saat ini, pihak Google belum memberikan keterangan resmi terkait perluasan pembatasan akses yang berdampak pada pengguna di wilayah Rusia tersebut. Pengetatan sistem keamanan ini menunjukkan efektivitas algoritma deteksi lokasi dalam memblokir upaya akses lintas batas secara ilegal.