Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Ahmad Rizal Ramdhani turun tangan memantau langsung penyaluran bantuan pangan beras di Desa Wayame, Kota Ambon, Maluku, sebagaimana diwartakan dalam laporan media.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, bantuan beras sebanyak 10.470 kilogram tersebut disalurkan kepada total 349 penerima bantuan pangan yang dipusatkan di Kantor Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon.
"349 penerima bantuan itu mendapat 30 kilogram beras sekaligus untuk bulan Juli, Agustus, dan September dengan total 10.470 kilogram karena satu bulan 10 kilogram. Sebab kalau dikirim satu-satu, apalagi kalau jauh, biaya distribusinya mahal," ujar Zulkifli Hasan dalam keterangannya kepada awak media.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebijakan penyaluran bantuan beras dari Presiden Prabowo Subianto yang dirapel untuk tiga bulan sekaligus ini sengaja ditempuh guna mendongkrak efisiensi logistik.
"Efisiensi ini khususnya bagi wilayah yang memiliki tantangan geografis dan biaya logistik relatif tinggi," imbuhnya menjelaskan alasan di balik percepatan distribusi tersebut.
Zulkifli Hasan juga menambahkan bahwa percepatan penyaluran ini dilakukan mengingat wilayah Nusantara sedang memasuki periode musim kemarau dan masa paceklik yang berpotensi mengerek naik harga bahan pokok di pasaran.
"Memang saya minta dipercepat, karena sekarang lagi kemarau, lagi paceklik, bukan waktunya panen. Otomatis harga akan naik sedikit. Tentu akan membutuhkan bantuan, maka kita perlu percepat," tuturnya.
Sementara itu, Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani merinci bahwa untuk cakupan wilayah Maluku secara keseluruhan, alokasi bantuan beras periode Juli hingga September 2026 menyasar 265.900 penerima dengan total kuantum mencapai hampir 8 juta kilogram.
Mengakhiri keterangan resminya, Ahmad menegaskan bahwa pihaknya bersama jajaran TNI dan Polri akan mengawal ketat proses distribusi ini agar tepat sasaran sekaligus menjamin kualitas beras yang diterima warga tetap prima.
"Intinya, kami akan melaksanakan pengawasan secara ketat dan bersinergi dengan teman-teman di wilayah, terutama TNI dan Polri, untuk memastikan bantuan ini tersalurkan dengan baik," pungkasnya.