Kritik sosial terhadap pelayanan publik kini hadir dalam bentuk yang jauh lebih nyata dan kreatif. Sebagaimana diwartakan, sekelompok pemuda di Bekasi yang menamakan diri mereka Genburgeract memilih untuk turun tangan langsung memperbaiki berbagai fasilitas umum yang rusak.
Gerakan yang terbentuk pada Januari 2026 ini diinisiasi oleh lima orang pemuda yang pernah menjadi rekan kerja. Berawal dari obrolan santai sepulang kerja mengenai fasilitas publik yang tidak terawat serta banyaknya jalan berlubang, mereka sepakat untuk melakukan aksi nyata demi keselamatan bersama.
Berbagai aksi telah sukses mereka lakukan, mulai dari menambal jalan rusak, menggambar penanda jalan di belasan titik, membersihkan halte, hingga memasang bangku panjang di halte Komsen Jatiasih. Seluruh kegiatan tersebut didokumentasikan dan dibagikan melalui akun Instagram resmi mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun beranggotakan sedikit orang, Genburgeract membagi peran dengan terstruktur namun tetap fleksibel tanpa birokrasi yang rumit. Mulai dari urusan administrasi, penyediaan alat, riset, hingga menjadi talent dijalankan secara bersama-sama oleh para anggotanya.
Dalam menjalankan aksinya, kelompok ini menggunakan dana yang awalnya berasal dari patungan pribadi. Seiring berjalannya waktu, mereka kini juga menerima dukungan dari donasi sukarela warga, bantuan alat, hingga kolaborasi dengan berbagai merek.
Salah satu penggagas Genburgeract, Ilham Haristianto alias Boim, menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan bukan sekadar aksi sukarelawan biasa. Aksi tersebut merupakan wujud pernyataan sikap serta kritik terhadap pemerintah yang dinilai lambat menangani masalah warga.
"Itu kan banyak cara untuk menyalurkan kritik, tapi ya kita memilih caranya kita, jalannya kita, dengan kita mengambil HP kita pribadi, kita dokumentasiin, dan itu membuahkan sesuatu yang bisa jadi karya versi kita," ujar Boim dalam keterangannya.
Meski kerap turun tangan mengatasi masalah fasilitas publik, Genburgeract tetap mendesak Pemerintah Kota Bekasi agar lebih sigap memproses kebutuhan warga. Mereka berharap kehadiran gerakan ini dapat memicu kepedulian bersama serta membuktikan bahwa semangat gotong royong warga bantu warga masih sangat relevan.