Album 13 menjadi karya studio kesembilan belas sekaligus penutup bagi band heavy metal legendaris asal Inggris, Black Sabbath. Peluncuran album ini terjadi pada 7 Juni 2013 melalui Republic Records di Amerika Serikat dan Vertigo Records untuk pasar internasional, menandai album studio pertama mereka dalam rentang waktu 18 tahun sejak album Forbidden rilis pada 1995.
Proses penggarapan album ini mempertemukan kembali formasi orisinal ikonik bersama penyanyi utama Ozzy Osbourne dan bassis Geezer Butler sejak album live Reunion rilis pada 1998. Kehadiran Ozzy dalam rekaman studio utuh baru terlaksana kembali sejak album Never Say Die! pada 1978, sementara Geezer terakhir kali berpartisipasi dalam album Cross Purposes pada 1994.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeRencana pembuatan album baru sebenarnya mulai bergulir sejak 2001 di bawah arahan produser Rick Rubin. Namun, proyek tersebut harus tertunda selama satu dekade karena kesibukan masing-masing personel, termasuk karier solo Ozzy dan proyek musik lain seperti Heaven & Hell.
Ketika band mengumumkan akhir masa hiatus pada November 2011, proses rekaman kembali dilanjutkan bersama Rick Rubin. Posisi penggebuk drum diisi oleh Brad Wilk dari Rage Against the Machine dan Audioslave, menyusul keputusan penggebuk drum asli Bill Ward yang mundur akibat kendala kontrak.
Meskipun melalui proses panjang penuh tantangan, album 13 mendapat sambutan positif dari para kritikus musik dunia berkat kualitas penulisan lagu yang matang. Puncak prestasi tercatat ketika mereka memenangkan penghargaan Grammy Award kategori Best Metal Performance lewat singel God Is Dead? pada ajang Grammy Awards ke-56 di 2014.