Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Banyak Warga Inggris Abaikan...
BERITA

Banyak Warga Inggris Abaikan Peringatan Dini Suhu Panas Ekstrem di Tengah Lonjakan Temperatur

By Redaksi Kabayan News 3 min read 16 Agustus 2026
Suasana kota di Inggris saat diterpa cuaca panas ekstrem dan peringatan amber heat-health

Suasana kota di Inggris saat diterpa cuaca panas ekstrem dan peringatan amber heat-health

Di tengah lonjakan temperatur yang terus meningkat dan diterbitkannya peringatan kesehatan terkait suhu panas di seluruh Inggris, pesan peringatan yang disebarkan ternyata masih gagal mengubah perilaku masyarakat. Investigasi terbaru oleh para ahli dari United Nations University menemukan fakta bahwa 41% orang dewasa di Inggris yang melihat Peringatan Kesehatan Panas tidak mengambil tindakan apapun untuk melindungi diri mereka.

Alasan utama di balik pengabaian tersebut bukanlah kebingungan atau ketidaknyamanan, melainkan keyakinan bahwa suhu panas tidak membahayakan diri mereka secara pribadi. Laporan kebijakan berjudul Strengthening England's Heat Resilience: From Warnings to Long-Term Adaptation yang diterbitkan oleh UNU-INWEH meneliti efektivitas sistem peringatan di negara tersebut.

"People aren't ignoring these alerts because they don't care. They read them and think, this isn't about me. Heat still gets treated as good weather, or as something that only happens to the very old and the very ill," ujar Dr. Mehri Khosravi selaku Peneliti Perubahan Perilaku dan Komunikasi Risiko di UNU-INWEH sekaligus penulis utama laporan tersebut.

Musim panas ini, sistem peringatan di Inggris diuji secara berat setelah mencatat rekor suhu tertinggi provisional mencapai 37,7 derajat Celsius di Lingwood pada bulan Juni serta malam hari yang panas dengan suhu minimum 23,2 derajat Celsius di Hastings yang membatasi pemulihan tubuh.

Kritik Terhadap Sistem Peringatan dan Kondisi Perumahan

Hasil survei nasional menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh orang memang menjumpai Peringatan Kesehatan Panas tersebut, namun sebagian dari mereka tidak mengenali informasi yang dilihat atau merasa bingung mengenai tindakan yang harus dilakukan. Hanya 18% masyarakat di Inggris yang memiliki persepsi tinggi terhadap risiko panas, sementara sekitar 30% lainnya mengaku tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali tentang cara perlindungan diri.

Sistem komunikasi saat ini dinilai terlalu mengandalkan saluran digital yang penyebarannya tidak merata dan kurang menjangkau kelompok rentan seperti lansia. Wawancara dengan para ahli risiko panas juga menggambarkan sistem yang dibangun lebih ditujukan untuk koordinasi institusional antarlembaga ketimbang menggerakkan masyarakat secara langsung.

Laporan tersebut berargumen bahwa masalah yang lebih mendalam terletak di luar sistem peringatan itu sendiri, yakni pada kondisi perumahan, tingkat kemiskinan, masalah kesehatan yang sudah ada, dan paparan lingkungan. Kendati panduan internasional menyarankan agar rencana aksi kesehatan panas memadukan peringatan jangka pendek dengan langkah jangka panjang, pendekatan Inggris masih terlalu berat sebelah pada komponen peringatan semata.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, para penulis merekomendasikan agar ketahanan terhadap panas diintegrasikan ke dalam standar perumahan, kebijakan perencanaan, serta program retrofit bangunan dengan penegakan regulasi yang lebih kuat.

Solusi Masa Depan dan Kebutuhan Integrasi Kebijakan

Selain perbaikan standar bangunan, para ahli juga mendesak adanya investasi pada kapasitas kelembagaan otoritas lokal dan organisasi masyarakat. Pemanfaatan perantara tepercaya seperti perpustakaan, kelompok keagamaan, organisasi sukarela, dan penyedia layanan sosial dinilai krusial untuk menjangkau masyarakat yang terlewat oleh saluran digital.

Evaluasi program juga harus difokuskan pada apakah suatu peringatan berhasil memicu tindakan pelindung diri yang nyata dari masyarakat, bukan sekadar menghitung berapa banyak orang yang melihat informasi tersebut. Langkah ini penting guna memastikan efektivitas mitigasi di tengah tren kenaikan suhu global yang terus berlanjut.

"A warning tells you a heatwave is coming. It doesn't tell you how to get through the night in a flat that traps heat," ujar Profesor Kaveh Madani selaku Direktur UNU-INWEH sekaligus salah satu penulis laporan kebijakan tersebut.

Inggris dinilai telah sukses membangun separuh bagian dari rencana ketahanan panas dengan sangat baik melalui sistem peringatan dini, sementara setengah bagian lainnya yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat harus menjadi fokus kerja dekade berikutnya.

Topics
kesehatan inggris gelombang-panas perubahan-iklim penelitian
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.