Latief Sitepu adalah pemeran senior Indonesia kelahiran 10 Mei 1942 yang namanya melejit berkat karakter ikonik Haji Muhidin. Aktor berdarah Sumatra ini sukses mencuri perhatian penikmat layar kaca lewat akting antagonis namun jenaka.
Sebelum meniti karier di dunia seni peran tanah air, Latief mengawali langkah profesional sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut pada tahun 1963. Pengalaman militer tersebut membentuk disiplin tinggi sebelum akhirnya ia beralih ke dunia hiburan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKehidupan pribadi Latief berjalan harmonis setelah ia menikah dengan Lailawaty Hasibuan di Dumai, Riau, pada tahun 1967. Dari pernikahan tersebut, pasangan ini dikaruniai enam orang anak perempuan.
Empat dari enam putri mereka masing-masing diberi nama Julianti, Sri Maharani, Indah Sari, dan Amelia Ekawati. Keluarga ini memutuskan untuk hijrah dan menetap di Jakarta pada tahun 1981 demi kelangsungan karier.
Transformasi Karier Latief Sitepu di Dunia Akting
Keputusan pindah ke ibu kota membuka jalan lebih luas bagi Latief untuk menggeluti dunia seni peran secara serius. Puluhan judul film serta sinetron berhasil dibintanginya hingga mengukuhkan statusnya sebagai salah satu aktor watak terkemuka.
Puncak popularitas Latief diraih saat ia memerankan tokoh Haji Muhidin dalam serial panjang Tukang Bubur Naik Haji the Series. Karakter tersebut melekat kuat di benak publik hingga kini dan menjadi identitas seni yang sulit dipisahkan dari sosoknya.
Perjalanan seni peran Latief Sitepu dipenuhi dedikasi panjang dalam industri hiburan Indonesia. Konsistensi aktingnya membuat ia tetap eksis melintasi berbagai generasi perfilman dan pertelevisian nasional.
Karakter Haji Muhidin ciptaannya sukses menciptakan fenomena tersendiri di kalangan penonton televisi Indonesia. Peran sebagai tokoh antagonis cerewet namun kerap mengundang tawa menampilkan kepiawaian akting tingkat tinggi.