Alimin bin Prawirodirdjo lahir dari keluarga miskin di Surakarta pada tahun 1889 dan tumbuh menjadi salah satu tokoh penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Masa kecil Alimin berubah drastis setelah pejabat kolonial G.A.J. Hazeu mengangkatnya sebagai anak angkat dan menyekolahkannya di sekolah Eropa di Batavia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAlimin menguasai bahasa asing dan memilih jalur politik serta jurnalistik alih-alih menjadi pegawai pemerintah kolonial seperti harapan ayah angkatnya.
Ia aktif bergabung dalam organisasi pergerakan nasional mulai dari Budi Utomo, Sarekat Islam, hingga Insulinde bersama Tjipto Mangoenkoesoemo.
Perjalanan Politik dan Akhir Hayat Alimin
Alimin juga berperan aktif mengorganisasi buruh pelabuhan di Tanjung Priok serta bergabung dengan Indische Sociaal-Democratische Vereeniging yang menjadi cikal bakal Partai Komunis Indonesia.
Perjalanan politik Alimin membawanya pergi ke Singapura untuk berunding dengan Tan Malaka demi mempersiapkan pemberontakan sebelum akhirnya ditangkap oleh polisi Inggris.
Ia sempat pergi ke Moskow, bergabung dengan Komintern, lalu membantu Ho Chi Minh mendidik kader komunis di kawasan Indochina melawan penjajahan Prancis.
Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, Alimin pulang ke tanah air pada tahun 1946 dan kembali aktif bergabung sebagai tokoh senior Partai Komunis Indonesia.