Eugene Lodewijk Willem Maulana atau lebih dikenal sebagai Ireng Maulana lahir pada 15 Juni 1944 sebagai legenda musik jazz tanah air. Darah seni mengalir deras dari kedua orang tuanya, di mana sang ayah merupakan musisi gitar asal Cirebon dan ibunya piawai bernyanyi serta memainkan piano.
Berdasarkan catatan perjalanan hidupnya, Ireng sempat menekuni kursus bahasa dan kejuruan demi membantu keluarga setelah ayahnya wafat. Namun, darah seni dari keluarganya membimbing ia terjun ke dunia musik hingga bergabung dengan Joes & His Band dan menyabet gelar gitaris terbaik dalam sebuah festival.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut analisis tim redaksi, karier musik Ireng semakin melambung ketika ia bersama Bing Slamet, Idris Sardi, dan musisi lain mendirikan band legendaris Eka Sapta. Perjalanan musikalnya kian matang setelah ia menimba ilmu di City Line Guitar Centre Amerika Serikat serta Koninklijk Conservatorium di Belanda.
Sebagaimana dilaporkan dalam berbagai sumber sejarah musik, Ireng mendirikan kelompok Ireng Maulana All Stars pada tahun 1978 serta menggagas ajang berskala internasional Jakarta Jazz Festival. Dedikasi tersebut membuat namanya harum di kancah global, termasuk ketika mendapat sambutan standing ovation dari penonton dalam festival jazz di Singapura.
Ireng Maulana menghembuskan napas terakhir pada 6 Maret 2016 akibat serangan jantung di RS Harapan Kita dan dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan. Warisan karya serta kontribusinya dalam membangun ekosistem jazz Indonesia akan selalu dikenang oleh para penikmat musik lintas generasi.