Bougainville bersiap mendeklarasikan kemerdekaan penuh dari Papua Nugini pada tahun 2030 mendatang dan siap mengubah peta geopolitik kawasan Pasifik.
Keputusan penting tersebut lahir dari hasil referendum sebelumnya yang menunjukkan sebanyak 98,3 persen penduduk memilih merdeka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSecara geografis, kemerdekaan wilayah ini akan menempatkannya sebagai salah satu tetangga baru bagi Indonesia di kawasan timur.
Presiden Bougainville Ishmael Toroama menegaskan proses transisi berjalan bertahap menuju pemerintahan mandiri sebelum merdeka.
Transisi Kedaulatan Menuju Tahun 2030
Ishmael Toroama menjelaskan proses perpindahan kekuasaan didasarkan pada Perjanjian Perdamaian Bougainville serta konstitusi yang berlaku.
Target transisi menetapkan wilayah tersebut beralih menuju pemerintahan sendiri pada tahun 2027 sebelum resmi berdaulat penuh.
Secara teritorial, Bougainville mencakup Pulau Bougainville seluas 8.646 kilometer persegi serta Pulau Buka seluas 598 kilometer persegi.
Kawasan kepulauan ini terletak sekitar 1.000 kilometer di sebelah timur ibu kota Papua Nugini di Port Moresby.