Indeks Kriminalitas Numbeo 2026 Mid-Year merilis data terbaru mengenai 20 kota paling berbahaya di dunia di luar Amerika Serikat berdasarkan survei persepsi penduduk dan pengunjung. Berdasarkan data tersebut, kota Durban di KwaZulu-Natal, Afrika Selatan, menempati urutan teratas global dengan tingkat kekhawatiran tinggi terhadap perampokan bersenjata dan kejahatan kekerasan.
Metodologi yang digunakan oleh Numbeo berfokus pada persepsi harian masyarakat terhadap keamanan berjalan sendiri di malam hari serta kekhawatiran atas pencurian dan perampokan. Hal ini sering kali menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan peringkat yang murni didasarkan pada tingkat pembunuhan dan konflik kartel di wilayah tertentu.
Ibu kota Venezuela, Caracas, dan ibu kota administratif Afrika Selatan, Pretoria, turut mendominasi daftar atas indeks keamanan global ini akibat tantangan sosio-ekonomi dan kejahatan jalanan. Di kawasan Amerika Latin, kota-kota besar seperti Port Moresby di Papua Nugini hingga Tijuana di Meksiko juga mencatatkan skor persepsi kriminalitas yang tinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun masuk dalam daftar kota dengan tingkat kerawanan tinggi, banyak di antara destinasi tersebut tetap dikunjungi jutaan wisatawan setiap tahunnya. Para pelancong diimbau untuk selalu waspada, menggunakan transportasi terakreditasi, serta menghindari area rawan kejahatan terutama setelah matahari terbenam.
Perbedaan Persepsi Keamanan dan Angka Pembunuhan
Terdapat perbedaan mencolok antara indeks berbasis persepsi warga dengan data tingkat pembunuhan resmi yang dirilis berbagai lembaga riset. Kota-kota yang didominasi oleh kejahatan terorganisir dan konflik teritorial kartel seperti di beberapa wilayah Meksiko sering kali mendominasi daftar pembunuhan global.
Sebaliknya, kota besar dengan daya tarik pariwisata tinggi seperti Rio de Janeiro dan Cape Town memiliki skor persepsi kriminalitas yang dipengaruhi oleh pencurian tingkat rendah serta kejahatan jalanan oportunistik. Pemerintah setempat dan industri pariwisata telah berpengalaman mengelola kawasan wisata utama agar tetap aman dikunjungi.
Para wisatawan senior yang berusia di atas 50 tahun disarankan untuk tetap menerapkan langkah pencegahan praktis guna meminimalkan risiko selama berada di luar negeri. Penggunaan jasa pemandu lokal pada hari pertama kedatangan serta pemilihan akomodasi di zona wisata resmi menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan.
Dengan memahami perbedaan antara risiko bagi penduduk lokal yang terpapar kejahatan terorganisir dan risiko bagi wisatawan, para pelancong dapat membuat keputusan yang lebih rasional. Pengecekan rutin terhadap peringatan perjalanan resmi dari departemen luar negeri negara masing-masing tetap menjadi kunci utama keselamatan.