Adaptor Vehicle-to-Load (V2L) Tesla Model Y resmi meluncur di pasaran Amerika Serikat pada Jumat lalu untuk memberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengubah mobil listrik mereka menjadi sumber daya portabel. Berdasarkan laporan dari analisis Kabayan News, kehadiran aksesoris seharga USD 80 ini seharusnya menjadi solusi menarik bagi pemilik yang ingin menghidupkan perangkat elektronik seperti laptop atau pemanggang listrik menggunakan energi kendaraan.
Namun, peluncuran produk tersebut justru memicu keluhan massal dari para pemilik kendaraan. Sejumlah konsumen mendapati pesan peringatan bahwa produk tersebut tidak kompatibel dengan mobil mereka saat mencoba melakukan pemesanan melalui akun resmi.
Berdasarkan investigasi lebih lanjut, masalah ini terjadi karena beberapa unit Model Y keluaran terbaru masih mengandalkan komponen Power Conversion System (PCS) model lama berkapasitas 48A fase tunggal. Sebagaimana dijelaskan oleh para pemilik, hanya kendaraan dengan sistem PCS dua bagian baru yang dapat mendukung fitur V2L secara penuh.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBanyak konsumen yang menerima pengiriman kendaraan pada awal tahun ini merasa kecewa karena tidak bisa menikmati fitur canggih tersebut. Mengutip laporan dari komunitas otomotif, biaya penggantian komponen PCS lama ternyata mencapai USD 1.750 di luar ongkos pemasangan, sehingga sebagian besar pemilik menilai pembelian power station portabel jauh lebih masuk akal.
Meskipun demikian, berbagai pihak menilai kendala ini sebagai masalah kecil di tengah keunggulan fitur Full Self-Driving dan biaya perawatan yang terjangkau. Pengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa pabrikan otomotif perlu meningkatkan transparansi spesifikasi perangkat keras agar konsumen tidak salah dalam mengharapkan pembaruan fitur di masa mendatang.