Batas pasokan Bitcoin sebanyak 21 juta koin kembali memicu perdebatan sengit setelah Peter Todd mengangkat kembali gagasannya mengenai penerapan permanent block reward atau imbalan blok permanen.
Peter Todd berpendapat bahwa jaringan Bitcoin memerlukan pasokan koin kecil yang tidak pernah berhenti untuk terus membayar para penambang setelah koin terakhir habis dicetak sekitar tahun 2140.
Menurut Peter Todd, pendapatan dari biaya transaksi saja terlalu fluktuatif untuk menjaga keamanan rantai blok secara konsisten dalam jangka panjang di masa depan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeNamun, Adam Back secara tegas menolak gagasan tersebut dan menyebut argumen penambahan pasokan itu sebagai sebuah jebakan berbalut rekayasa teknis.
Adam Back Peringatkan Bahaya Narasi Palsu Batas Bitcoin
Adam Back menilai usulan perubahan jadwal pasokan sangat berbahaya dan mengingatkan komunitas agar mewaspadai narasi palsu yang berpotensi merusak konsensus dasar Bitcoin.
Sebagai perbandingan, Peter Todd sempat menunjuk mata uang kripto Monero yang telah menerapkan imbalan permanen kecil dengan tingkat inflasi semu yang terus melandai mendekati angka nol.
Kendati demikian, upaya mengubah batas pasokan Bitcoin memerlukan hard fork yang jauh lebih sulit dibandingkan soft fork karena menuntut persetujuan penuh dari seluruh pemegang koin.
Isu mengenai keberlanjutan insentif penambang ini dipastikan masih akan menjadi diskursus panjang di internal komunitas kripto tanpa batas waktu penyelesaian yang mendesak.