Sebagaimana diwartakan oleh media Harian Haluan, proyek peningkatan dan penimbunan badan Jalan Pemda di Kelurahan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan, menuai keluhan warga setempat. Material timbunan yang belum diaspal dan minimnya penyiraman membuat debu tebal beterbangan setiap kali dilintasi kendaraan bermotor.
Berdasarkan laporan di lapangan, pekerjaan peningkatan jalan ini membentang dari Simpang Pemda Akasia hingga kawasan Gang Ananda. Walaupun masyarakat menyambut baik pembangunan infrastruktur tersebut, pelaksanaan pengerjaan yang kurang memperhatikan kelembapan material membuat lingkungan sekitar menjadi kotor dan berdebu pekat.
Salah seorang warga bernama Nanda mengungkapkan bahwa penyiraman air yang dilakukan pihak proyek tergolong sangat minim. "Memang ada penyiraman dilakukan, tapi hanya sekali di pagi hari menjelang siang. Setelah itu debu kembali beterbangan," ungkap Nanda sebagaimana dikutip dari laporan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKondisi tersebut semakin memperparah kekhawatiran warga mengingat Kabupaten Pelalawan saat ini juga tengah diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. "Apalagi sekarang ada kabut asap. Kondisi udara saja sudah kurang baik. Kalau ditambah debu dari jalan, tentu masyarakat semakin khawatir, terutama untuk anak-anak," tambahnya.
Keluhan serupa turut dirasakan oleh para pelaku usaha di sekitar lokasi proyek, seperti Ridho yang sehari-hari berjualan makanan di pinggir jalan. Ia mengeluhkan debu jalanan yang kerap menempel pada tempat usahanya dan mengancam kebersihan makanan yang ia jajakan kepada para pembeli.
Menanggapi permasalahan ini, masyarakat berharap Dinas PUPR Kabupaten Pelalawan serta pihak kontraktor dapat meningkatkan frekuensi penyiraman secara berkala pada siang hingga sore hari. Warga menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan jalan tersebut, namun meminta agar kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekitar tetap dijaga selama proses pengerjaan berlangsung.