Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Bursa Transfer Liga Inggris 2026...
OLAHRAGA

Bursa Transfer Liga Inggris 2026 Catat Rekor Belanja 3.5 Miliar Pon

By Rahmad Mulyadi 3 min read 2 September 2026
Bursa transfer Liga Inggris 2026 catatkan rekor belanja fantastis

Bursa transfer Liga Inggris 2026 catatkan rekor belanja fantastis

Bursa transfer musim panas Liga Inggris 2026 resmi ditutup dengan mencatatkan total belanja klub-klub Premier League yang melampaui angka 3.5 miliar poundsterling atau meningkat dari musim lalu sebesar 3.14 miliar poundsterling. Lonjakan pengeluaran tersebut memperlihatkan bagaimana kekuatan finansial klub-klub Inggris terus mendominasi lanskap sepak bola modern tanpa diimbangi oleh regulasi finansial yang ketat.

Aturan Squad Cost Ratio yang diharapkan menjadi pembatas dinilai gagal berfungsi secara optimal karena sanksi baru akan dijatuhkan jika pelanggaran upah dan biaya transfer melebihi 100 persen selama lebih dari dua musim berturut-turut. Celah regulasi ini dimanfaatkan oleh manajemen klub untuk terusjor-joran mendatangkan pemain baru tanpa rasa khawatir.

Aktivitas belanja masif tidak hanya dilakukan oleh tim papan atas, tetapi juga menjalar ke klub-klub semenjana seperti Bournemouth hingga Coventry yang menggelontorkan dana hingga 125 juta poundsterling. Sebaliknya, 17 klub La Liga di luar Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid secara total hanya mencatatkan pengeluaran sebesar 168 juta poundsterling pada periode yang sama.

Ketimpangan ekonomi ini membuat liga-liga top Eropa lainnya tertinggal jauh dalam hal daya saing finansial di bursa transfer pemain. Bundesliga, Serie A, dan Ligue 1 semakin kesulitan bersaing secara mandiri ketika klub-klub Premier League mampu merajai sirkulasi uang global sepak bola.

Kritik Tajam Sistem Akuntansi dan Lonjakan Harga Pemain

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran dari berbagai kalangan pengamat sepak bola mengenai masa depan kompetisi antarklub di benua biru. Dominasi finansial Inggris dikhawatirkan mengubah esensi olahraga menjadi sekadar pertarungan neraca keuangan dan manipulasi akuntansi pembukuan.

Lonjakan nilai transfer pemain pada musim panas ini seringkali tidak mencerminkan kualitas riil di atas lapangan, melainkan tingkat keputusasaan klub pembeli. Kepindahan Bradley Barcola dari PSG ke Liverpool dengan mahar 107 juta poundsterling menjadi salah satu contoh nyata dari fenomena inflasi harga tersebut.

Bahkan klub-klub yang sebelumnya dikenal memiliki perencanaan jangka panjang yang matang seperti Liverpool dan Manchester City terlihat melakukan pembelian secara serampangan. Hanya Arsenal yang dinilai tampil konsisten berkat kerangka skuad yang dibangun oleh manajer dalam jangka panjang.

Sebagian pihak berpendapat bahwa aktivitas belanja gila-gilaan ini terjadi karena tingginya permintaan dari para suporter yang selalu mendambakan pemain bintang baru. Namun, mayoritas dana besar tersebut justru dihabiskan untuk merekrut pemain tingkat menengah yang bahkan asing bagi pendukung klub itu sendiri.

Keuntungan finansial dari hak siar televisi domestik maupun internasional terus mengalir deras ke kantong klub-klub Premier League setiap musimnya. Situasi ini memastikan arus kas mereka tetap aman meski harus menggelontorkan dana ratusan juta poundsterling demi mendatangkan pemain pengganti.

Dampak buruk dari dominasi ekonomi ini dirasakan langsung oleh ekosistem sepak bola global yang semakin timpang dari tahun ke tahun. Sepak bola sebagai olahraga massal kini dihadapkan pada jurang pemisah yang lebar antara klub kaya Inggris dan sisa klub di daratan Eropa.

Jurnalis Olahraga

Rahmad Mulyadi adalah jurnalis yang fokus meliput dunia olahraga. Dengan pemahaman mendalam tentang berbagai cabang olahraga, ia menyajikan berita, analisis pertandingan, dan profil atlet dengan gaya yang dinamis dan informatif.