Elon Musk meminta karyawan SpaceX menganggap diri mereka sebagai orang tua bagi kecerdasan buatan Grok saat memaparkan rencana pelatihan model AI menggunakan data perusahaan. Dalam pertemuan internal perusahaan roket tersebut, orang terkaya di dunia itu menyampaikan bahwa Grok bakal menyerap pemikiran, ide, serta keyakinan para pekerja.
Musk meyakini bahwa tenaga kerja SpaceX yang diisi oleh para insinyur tangguh dapat membentuk sistem AI jauh lebih handal. Kendati demikian, rincian mengenai jenis data internal dan kontribusi karyawan yang bakal dikumpulkan belum diungkapkan secara publik oleh pihak perusahaan.
Langkah pemanfaatan data karyawan untuk melatih model kecerdasan buatan bukan kali pertama terjadi di industri teknologi global. Sebelumnya, Meta sempat meluncurkan program serupa untuk merekam aktivitas kerja karyawan demi melatih agen AI mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, Musk memproyeksikan pendapatan dari sektor kecerdasan buatan milik perusahaannya berpotensi melampaui lini bisnis lainnya dalam waktu dekat. Kapasitas komputasi AI SpaceX ditargetkan mencapai 10 gigawatt guna mendongkrak pendapatan tahunan secara masif.
Ekspansi Infrastruktur Komputasi AI dan Layanan Starlink
SpaceX terus menggenjot kapasitas komputasi kecerdasan buatan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Pendanaan masif dari penawaran umum perdana saham turut dialokasikan secara khusus untuk memperluas infrastruktur pusat data.
Selain ambisi besar di sektor kecerdasan buatan, Musk turut memamerkan perkembangan pesat layanan internet satelit Starlink di kancah global. Layanan komunikasi tersebut kini telah menjangkau ratusan negara dengan jutaan pengguna aktif perangkat seluler.
Laporan keuangan perdana SpaceX sebagai perusahaan terbuka mencatatkan kinerja pendapatan yang melampaui ekspektasi para pelaku pasar. Keberhasilan finansial ini memperkuat posisi perusahaan dalam mendanai berbagai proyek teknologi berskala raksasa.
Keyakinan tinggi terhadap kemampuan para insinyur internal membuat Musk optimis dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur data center. Ia menilai tantangan teknis tersebut dapat diselesaikan dengan mudah oleh tim insinyur andal di perusahaan miliknya.