Saham Tesla (TSLA) mencatat dinamika menarik di pasar keuangan setelah para short seller berhasil meraup keuntungan kertas senilai sembilan miliar dolar AS tahun ini. Tren negatif tersebut berbanding terbalik dengan peringatan keras pernah dilontarkan oleh CEO Tesla Elon Musk beberapa waktu lalu.
Musk sebelumnya menegaskan bahwa pihak yang bertaruh melawan perusahaan mobil listrik miliknya bakal hancur lebur ketika teknologi otonom dan robot Optimus rampung. Pernyataan tersebut secara khusus ditujukan kepada pendiri Microsoft Bill Gates yang dikonfirmasi mengambil posisi short pada saham Tesla.
Data S3 Partners menunjukkan posisi bearish pada Tesla meningkat drastis menjelang laporan keuangan kuartal kedua perusahaan. Lonjakan jumlah saham yang dipinjam untuk aksi short tersebut memberikan keuntungan tambahan bagi para investor setelah saham Tesla mengalami tekanan jual.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeski demikian, keuntungan tersebut masih bersifat di atas kertas dan sewaktu-waktu dapat menguap jika harga saham Tesla kembali mengalami rebound signifikan di bursa. Para analis pasar menilai pertarungan antara kubu bullish dan bearish pada saham Tesla masih akan terus berlanjut.
Syarat Mutlak Elon Musk Agar Short Seller Hancur
Peringatan keras Elon Musk sebenarnya memiliki syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh perusahaan sebelum para short seller benar-benar mengalami kebinasaan finansial. Syarat tersebut mencakup keberhasilan Tesla menyelesaikan teknologi kemudi otonom secara penuh serta produksi massal robot humanoid Optimus.
Hingga saat ini, Tesla memang terus menunjukkan kemajuan pesat dalam pengembangan kendaraan otonom dan robotika masa depan. Namun, tonggak sejarah produksi massal dan otonom penuh yang dijanjikan Musk belum sepenuhnya terwujud di lantai pabrik.
Kondisi ini memicu perdebatan panjang di kalangan pelaku pasar Wall Street dalam memandang masa depan valuasi perusahaan otomotif raksasa tersebut. Kubu beruang fokus pada penurunan harga saham jangka pendek, sementara kubu banteng tetap optimistis terhadap potensi jangka panjang teknologi otonom.
Para pengamat pasar keuangan menyimpulkan bahwa pertaruhan besar ini belum menemukan titik akhir yang pasti bagi kedua belah pihak. Lonjakan harga saham mendadak masih berpotensi menghapus seluruh keuntungan kertas yang telah dikantongi oleh para investor short.