Mengutip laporan media, langkah pengusaha kondang Syamsuddin Andi Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam kembali menjadi sorotan tajam di pasar modal menyusul rumor rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Berdasarkan laporan yang beredar, spekulasi ini kian menguat setelah adanya pertemuan antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong di Kalimantan Timur.
Sebagaimana diwartakan, saham BYAN langsung mengalami lonjakan signifikan hingga menyentuh level auto rejection atas (ARA) di tengah kabar pembelian sekitar 62,2 persen saham yang saat ini dikuasai oleh keluarga Low Tuck Kwong. Aksi korporasi ini dinilai sangat masif mengingat skala dan kapitalisasi pasar BYAN yang mencapai kisaran Rp480 triliun.
Dikutip dari data bursa, gelombang penguatan harga saham ini tidak hanya terjadi pada BYAN saja, melainkan turut menjalar ke sejumlah emiten yang terafiliasi dengan kelompok usaha Haji Isam. Saham-saham seperti PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), hingga PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) ikut mencatatkan kenaikan harga yang cukup fantastis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeski demikian, jika dibandingkan dari sisi ukuran pasar, total kapitalisasi gabungan dari emiten-emiten utama milik Haji Isam saat ini masih berada jauh di bawah nilai kapitalisasi pasar BYAN. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi akuisisi ini akan menjadi salah satu langkah ekspansi terbesar dalam sejarah bisnis sang pengusaha.
Sebelum isu akuisisi ini mencuat, rekam jejak ekspansi Haji Isam di pasar modal memang sudah mulai terlihat jelas melalui berbagai transaksi kepemilikan saham langsung. Langkah strategis ini memperlihatkan ambisi besar dalam memperkuat gurita bisnisnya, khususnya di sektor pertambangan batu bara nasional.