Dragon Ball Super Super Hero mencatat pencapaian gemilang dengan meraup pendapatan global sebesar 13,8 miliar yen atau sekitar Rp2,1 triliun di seluruh dunia. Angka fantastis tersebut menempatkan film garapan Toei Animation ini sebagai film terlaris kedua sepanjang sejarah franchise Dragon Ball.
Film animasi bergenre seni bela diri fantasi ini pertama kali dirilis di bioskop Jepang pada 11 Juni 2022 setelah sempat mengalami penundaan akibat serangan siber. Penayangan internasionalnya menyusul pada Agustus 2022 di berbagai negara termasuk Amerika Serikat dan Inggris melalui distributor Crunchyroll.
Pencapaian komersial yang luar biasa juga terlihat di pasaran Amerika Serikat dengan perolehan debut sebesar USD 21 juta atau setara dengan Rp325 miliar pada pekan pertama penayangannya. Total pendapatan domestik di wilayah AS akhirnya ditutup pada angka USD 38,1 juta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKeberhasilan finansial ini membuktikan bahwa antusiasme penggemar terhadap petualangan Son Gohan dan Piccolo masih sangat tinggi di kancah perfilman global. Film ini sekaligus menjadi karya layar lebar terakhir yang melibatkan pengawasan langsung dari sang kreator legendaris Akira Toriyama.
Transformasi Baru Gohan dan Piccolo dalam Animasi CGI
Produksi film Dragon Ball Super Super Hero menandai tonggak sejarah baru karena menjadi film pertama dalam franchise yang menggunakan animasi berbasis CGI secara menyeluruh. Sutradara Tetsuro Kodama bersama kreator Akira Toriyama sengaja memilih pendekatan visual tersebut untuk memberikan pengalaman sinematik yang segar.
Fokus cerita dialihkan dari Goku dan Vegeta kepada karakter Son Gohan dan Piccolo yang harus menghadapi kebangkitan kembali Red Ribbon Army. Keputusan kreatif ini diambil untuk mengeksplorasi lebih jauh dinamika hubungan antara Gohan sebagai seorang ayah sekaligus pejuang.
Film ini memperkenalkan wujud kekuatan baru yang sangat ikonik bagi para penonton setia, yaitu Gohan Beast dan Orange Piccolo. Transformasi tersebut dirancang secara khusus oleh Akira Toriyama untuk menonjolkan peningkatan kekuatan maksimal dari kedua karakter utama tersebut.
Respon positif dari para kritikus film berhasil diraih berkat elemen nostalgia, porsi komedi yang pas, serta adegan laga yang memukau. Berbagai ulasan positif ini memperkuat posisi film sebagai salah satu tontonan animasi terbaik.