Berdasarkan laporan yang dimuat oleh Diario de Pernambuco, dinamika politik menjelang pemilihan kembali di Pernambuco semakin memanas setelah kubu Frente Popular melayangkan langkah hukum terkait dugaan kampanye hitam. Di tengah situasi tersebut, dukungan terbuka justru datang dari politisi yang tidak berada dalam satu aliansi formal, yakni anggota DPR federal Mendonça Filho.
Mengutip laporan media tersebut, Mendonça yang juga mencalonkan diri sebagai senator dari Partai Liberal (PL) secara konsisten mengambil peran untuk membela Gubernur Raquel Lyra. Meski dirinya memilih jalur pencalonan independen dan membentuk kubu tersendiri untuk mendukung sekutu politik nasionalnya, inisiatif pembelaan terhadap sang gubernur terus ditunjukkannya secara terang-terangan.
Dalam keterangannya kepada kolumnis politik Renata Bezerra de Melo, Mendonça melontarkan kritik tajam terhadap manuver kubu lawan yang dipimpin oleh João Campos. Ia menyebut langkah hukum yang diambil oleh kubu kompetitor ke Pengadilan Pemilihan Regional (TRE-PE) tidak lebih dari sekadar bentuk kepanikan akibat kehilangan dukungan mayoritas di lapangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Itu adalah bentuk abstinensi suara. Rakyat tahu bahwa pihak sebelah sedang dilanda kepanikan," tegas Mendonça sebagaimana diwartakan dalam laporan eksklusif tersebut, sembari menuding bahwa pihak penantang dulunya kerap mendominasi strategi kampanye yang dianggapnya menyudutkan.
Di sisi lain, Gubernur Raquel Lyra sendiri memilih untuk menghindari label politik tertentu dan mempopulerkan istilah "pernambuquista" guna menggambarkan posisi politiknya di tengah arus dukungan dari berbagai golongan. Kendati demikian, para pengamat memperkirakan bahwa sebagian besar pemilih dari sayap kanan tetap memberikan sokongan suara yang signifikan terhadap kepemimpinannya di wilayah tersebut.