Film Satria Dewa: Gatotkaca menjadi salah satu proyek sinema laga lokal ambisius digarap oleh sutradara kenamaan Hanung Bramantyo.
Produksi film di bawah naungan Satria Dewa Studio ini mengangkat kisah pahlawan super berdasarkan tokoh pewayangan Mahabharata dengan penokohan utama diperankan Rizky Nazar sebagai Yuda.
Cerita bermula saat dunia diliputi teror pembunuhan berantai bersamaan dengan kondisi ekonomi Yuda memburuk setelah kehilangan pekerjaan dan diusir dari tempat tinggal bersama ibunya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeTitik balik kehidupan Yuda terjadi tatkala ia mendapati kekuatan misterius dalam diri sendiri seusai menyaksikan orang-orang terdekatnya menjadi korban kejahatan Korawa.
Perjalanan Produksi dan Deretan Fakta Unik Film
Proyek ambisius ini menelan anggaran fantastis hingga Rp 24 miliar serta mendatangkan penjahit kostum khusus asal Prancis demi memaksimalkan visual ala pahlawan super Hollywood.
Proses penggarapan film Satria Dewa: Gatotkaca melewati berbagai rintangan termasuk pergantian kursi sutradara dari Charles Gozali kepada Hanung Bramantyo pada tahun 2020.
Sejumlah aktor awalnya direncanakan tampil seperti almarhum Didi Kempot dan Ashraf Sinclair, namun takdir berkata lain hingga peran dialihkan kepada aktor lain.
Pengambilan gambar utama mengambil lokasi di Studio Gamplong Sleman Yogyakarta selama 35 hari dengan penerapan protokol kesehatan ketat di tengah pandemi COVID-19.
Efek visual dikerjakan secara serius oleh Lumine Studio melibatkan lebih dari lima ratus titik pencitraan hasil komputer demi menyajikan kualitas tontonan terbaik bagi penonton.