Film Scream 1996 karya sutradara legendaris Wes Craven sukses mendefinisikan ulang standar genre horor modern lewat pendekatan metatekstual yang segar. Berdasarkan catatan sejarah perfilman, naskah garapan Kevin Williamson tersebut awalnya dipicu oleh kisah nyata pembunuhan berantai serta kecintaannya pada sinema klasik masa lalu.
Cerita bermula di kota fiktif Woodsboro ketika teror pembunuhan berantai mengincar sekelompok siswa sekolah menengah, termasuk Sidney Prescott yang diperankan oleh Neve Campbell. Kemunculan pembunuh bertopeng Ghostface menciptakan gelombang ketakutan sekaligus teka-teki identitas di tengah investigasi kepolisian dan buruan jurnalis investigasi Gale Weathers.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis tim redaksi, kesuksesan besar film ini di luar dugaan mampu mematahkan keraguan industri perfilman terhadap perilisan film horor pada musim liburan. Melalui anggaran produksi yang tergolong moderat, film tersebut justru meraup pendapatan global masif hingga ratusan juta dolar dan melahirkan waralaba panjang hingga bertahun-tahun kemudian.
Karakteristik unik film ini terletak pada kesadaran para karakternya sendiri terhadap klise film horor konvensional sehingga menciptakan pengalaman menonton yang sangat interaktif bagi penonton. Mengutip ulasan berbagai kritikus, adegan pembuka yang menegangkan bersama alur cerita penuh kejutan menjadikan karya ini sebagai salah satu tonggak budaya pop era 90-an.