Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi yang bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Guncangan kuat tersebut dirasakan hingga Nusa Tenggara Barat serta Sulawesi Selatan dan sempat memicu potensi tsunami bagi warga setempat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebanyak 38 orang meninggal dunia akibat bencana alam tersebut hingga Sabtu sore. Selain korban jiwa, tercatat dua orang mengalami luka berat, 11 orang luka ringan, serta sekitar 2.000 jiwa mengungsi secara mandiri.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa sejumlah infrastruktur publik turut mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi ini. Akses jalan tertutup material longsor, puluhan rumah warga rusak, serta banyak puskesmas dilaporkan mengalami kerusakan fasilitas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBelasan Rumah di Kabupaten Ngada Ambruk Akibat Gempa
Pemerintah terus melakukan pendataan komprehensif terkait dampak kerusakan di berbagai wilayah terdampak. Penanganan darurat diprioritaskan untuk evakuasi korban serta penyaluran bantuan medis bagi warga yang mengalami luka-luka.
Dampak terparah akibat gempa bumi dirasakan di wilayah Riung, Kabupaten Ngada, di mana belasan rumah warga dilaporkan ambruk. Sejumlah warga harus menjalani perawatan intensif akibat mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah mereka.
Warga Riung bernama Mutakhim menyatakan bahwa kerusakan parah terjadi di beberapa desa seperti Desa Tadho, Lengkosambi Raya, dan Sambinasi Raya. Titik kerusakan terparah terpantau berada di seputaran Watu Lajar, Desa Lengkosambi Utara.
Data kerusakan tersebut masih bersifat sementara karena proses inventarisasi lapangan masih terus dilakukan oleh komunitas setempat. Kerusakan infrastruktur dan bangunan rumah warga juga dilaporkan merata di setiap kecamatan di Kabupaten Ngada.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah terisolir untuk mendata korban serta memberikan bantuan darurat. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi.