Gubernur Bali Wayan Koster secara tegas meminta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali untuk bekerja secara maksimal demi mengejar target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2026. Penekanan tersebut disampaikannya langsung saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 yang dihelat di Gedung Kertha Sabha, Denpasar.
Dalam arahannya, Gubernur Koster mengingatkan kembali bahwa ketersediaan anggaran memegang peranan krusial dalam merealisasikan setiap agenda pembangunan yang telah dirancang. "Kita banyak program, tak akan bisa jalan kalau tanpa dukungan anggaran," ujarnya di hadapan para pejabat daerah yang hadir.
Oleh karena itu, Gubernur Koster mendorong para pegawainya untuk meninggalkan kebiasaan lama dan berani mengambil langkah-langkah inovatif. "Jangan kerja biasa-biasa saja. Datang jam delapan, pulang jam empat," tuturnya seraya memotivasi seluruh jajaran agar berlomba memberikan kinerja terbaik guna meninggalkan legasi yang membanggakan bagi Pemprov Bali.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, rakor ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan penambahan 10 persen target pendapatan pada setiap OPD penghasil yang telah dicanangkan sebelumnya pada April 2026. Berdasarkan laporan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali, I Dewa Tagel Wirasa, realisasi PAD hingga pertengahan Agustus 2026 telah mencapai angka Rp 2,49 triliun atau sekitar 58,95 persen dari total target induk.
Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Koster memberikan perhatian khusus kepada sejumlah instansi dan badan usaha milik daerah yang bertindak sebagai sektor penghasil. Ia menginstruksikan agar layanan yang berpotensi dikelola secara komersial dapat mengadopsi pola profesional ala swasta, sementara Bapenda didorong untuk semakin gencar melakukan pendekatan jemput bola kepada para penunggak pajak.