Di tengah tren kenaikan harga pasar smartphone tahun 2026, konsumen dituntut untuk lebih teliti sebelum merogoh kocek. Berdasarkan laporan Suara.com, lonjakan biaya komponen dan keterbatasan pasokan memori menjadi pemicu utama mengapa dana yang sama tahun ini tidak bisa lagi mendapatkan spesifikasi setinggi tahun sebelumnya.
Mengutip laporan tersebut, langkah pertama yang krusial sebelum menentukan pilihan adalah kejujuran terhadap kebutuhan penggunaan ponsel. Calon pembeli perlu memetakan apakah mereka adalah seorang mobile gamer, konten kreator, atau sekadar pengguna kasual yang membutuhkan daya tahan baterai ekstra untuk aktivitas media sosial.
Tahun 2026 menandai era di mana fitur Artificial Intelligence (AI) telah bertransformasi menjadi kebutuhan dasar, bukan lagi sekadar gimik pemasaran. Oleh karena itu, memastikan chipset yang digunakan memiliki Neural Processing Unit (NPU) yang mumpuni menjadi poin penting untuk efisiensi baterai serta pemrosesan foto yang optimal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain aspek AI, layar AMOLED dengan teknologi refresh rate adaptif atau LTPO kini dinilai sebagai standar minimal. Fitur ini sangat krusial untuk menjaga kenyamanan mata pengguna sekaligus menghemat konsumsi daya baterai yang semakin cepat terkuras oleh ukuran aplikasi masa kini.
Terakhir, terkait efisiensi daya, konsumen disarankan untuk memeriksa kemampuan pengisian cepat atau fast charging. "Pastikan HP pilihan kamu mendukung pengisian cepat minimal 45W atau lebih, mengingat ukuran aplikasi dan sistem operasi semakin besar dan mengonsumsi lebih banyak daya," sebagaimana dikutip dari ulasan teknis Suara.com.