Menghindari tiga faktor risiko kesehatan utama di usia paruh baya terbukti mampu memberikan tambahan waktu hidup bebas dari demensia hingga hampir 13 tahun. Temuan tersebut diungkapkan oleh studi terbaru yang dipimpin oleh para peneliti dari NYU Langone Health.
Berdasarkan analisis data jangka panjang yang diterbitkan dalam jurnal Neurology Open Access, menjaga kesehatan kardiovaskular antara rentang usia 48 hingga 68 tahun sangat krusial dalam menunda penurunan fungsi mental. Tiga ancaman vaskular yang wajib dihindari meliputi tekanan darah tinggi, diabetes, dan kebiasaan merokok.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut analisis Kabayan News, pencegahan sejak dini memegang peranan vital mengingat tingginya proyeksi kasus gangguan kognitif pada kelompok usia lanjut di masa depan. Penelitian ini melibatkan lebih dari 12.000 partisipan tanpa riwayat demensia dengan usia rata-rata 56 tahun yang dipantau selama lebih dari dua dekade.
Hasil pemantauan jangka panjang menunjukkan partisipan yang berhasil menghindari ketiga faktor risiko tersebut rata-rata menikmati 30 tahun masa hidup tanpa demensia sejak awal pemeriksaan. Sebaliknya, individu yang memiliki seluruh faktor risiko tersebut hanya mencatatkan rata-rata 17 tahun sebelum mengalami demensia atau meninggal dunia.
Para peneliti juga mencatat adanya perbedaan tren demografis di mana partisipan wanita memiliki durasi kesehatan kognitif yang lebih panjang dibandingkan pria dalam berbagai tingkat risiko. Pengelolaan faktor risiko vaskular secara terarah diharapkan mampu melindungi fungsi otak masyarakat dari ancaman kepikunan di masa tua.