Mengantuk berlebihan di siang hari dapat menjadi sinyal awal penurunan fungsi kognitif serta pemicu risiko demensia menurut temuan studi terbaru dalam jurnal Neurology.
Berdasarkan laporan penelitian tersebut, para ahli menganalisis data ratusan lansia guna mengamati kemunculan motoric cognitive risk syndrome atau MCR sebagai prekursor demensia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan Kabayan News menunjukkan bahwa sebanyak 35 persen partisipan mengalami kantuk ekstrem siang hari dan kemudian berkembang menjadi sindrom MCR.
"Kelelahan setelah beraktivitas adalah bagian normal dari penuaan, namun studi ini menyoroti kantuk berlebihan hingga tertidur saat makan," ujar Verna Porter selaku direktur gangguan neurodegeneratif.
Sebagaimana dijelaskan oleh pakar kedokteran tidur W. Christopher Winter, sistem glymphatic di dalam otak bekerja lebih aktif membersihkan limbah racun ketika seseorang tidur nyenyak.
Dari analisis Kabayan News, menjaga jadwal tidur secara teratur serta memanfaatkan tidur siang terjadwal terbukti efektif membantu menjaga kesehatan otak jangka panjang.