Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto meminta pemerintah mengaudit sistem pelayanan rumah sakit dan pelaksanaan program BPJS Kesehatan menyusul tragedi yang dialami mendiang Yusrizal.
Audit menyeluruh tersebut diperlukan guna memastikan apakah insiden pasien harus menunggu delapan jam di instalasi gawat darurat dipicu oleh persoalan sistemik atau kebijakan efisiensi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihaknya menegaskan bahwa sektor pelayanan kesehatan masyarakat tidak boleh menjadi sasaran kebijakan efisiensi anggaran karena menyangkut keselamatan nyawa manusia.
Kementerian Kesehatan selaku otoritas tertinggi didesak segera menerjunkan tim investigasi untuk mengevaluasi regulasi serta standar operasional rumah sakit yang berlaku.
Evaluasi Ketat Layanan Medis demi Keselamatan Pasien
Kasus yang menimpa mendiang Yusrizal ini berawal dari unggahan di media sosial yang menceritakan pengalamannya menunggu berjam-jam di rumah sakit sebelum memperoleh ruang rawat.
Situasi semakin memicu sorotan publik setelah muncul tangkapan layar komentar sejumlah tenaga kesehatan yang dinilai kurang berempati terhadap keluhan pasien tersebut.
Pihak IDI berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta seluruh fasilitas kesehatan lebih mengutamakan kecepatan penanganan darurat bagi masyarakat.
Pemerintah bersama badan penyelenggara jaminan sosial diharapkan segera memperbaiki celah regulasi agar pelayanan medis di tanah air berjalan jauh lebih optimal.