Data CKG Juli 2026 menunjukkan sebanyak 2,2 juta remaja usia sekolah mengalami kenaikan tekanan darah berdasarkan hasil pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis hingga akhir bulan lalu.
Berdasarkan keterangan dari Kementerian Kesehatan, temuan medis ini didominasi oleh para pelajar tingkat menengah pertama dan menengah atas yang menjalani skrining kesehatan secara berkala.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMengutip laporan dari pihak kementerian, Dirjen Kesehatan Primer Maria Endang Sumiwi menjelaskan bahwa lonjakan tensi darah tersebut berkaitan erat dengan kebiasaan konsumsi harian anak-anak yang belum ideal.
Dari analisis awak media, buruknya pola makan usia remaja saat ini menjadi alarm serius bagi sistem pencegahan penyakit tidak menular sejak dini di Indonesia.
Hasil temuan tersebut juga selaras dengan data Survei Kesehatan Indonesia yang membeberkan fakta bahwa mayoritas anak gemar mengonsumsi makanan serta minuman manis.
"Nah, anak-anak kita itu suka makan manis 50%. Minuman manis juga 50%. Sekitar 40% suka makanan manis dan makanan asin. Lalu 95% dari mereka tidak suka sayur dan buah. Dari sisi pola makan memang harus diperbaiki," ujar Maria dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Selasa (04/08).