Michael Carrick dinilai tidak memiliki kualitas khusus atau stardust untuk mengembalikan Manchester United ke puncak prestasi sepak bola tertinggi. Pengecaman tersebut dilontarkan oleh pandit sepak bola Sky Sports sekaligus legenda Liverpool, Jamie Carragher, menjelang bergulirnya musim baru Liga Inggris 2026-2027.
Menurut pengamatan Kabayan News, keraguan terhadap kapasitas manajerial jangka panjang mantan gelandang Setan Merah tersebut muncul meskipun ia sukses mengamankan posisi ketiga pada musim sebelumnya. Carrick ditunjuk secara permanen setelah melewati masa interim gemilang menggantikan Ruben Amorim pada Januari lalu, di mana ia mencatatkan kemenangan penting atas Arsenal, Manchester City, dan Liverpool.
Sebagaimana dilaporkan oleh The Overlap Fan Debate, Carragher mengakui bahwa kehadiran Carrick mampu meredam tekanan besar dan drama yang kerap melingkupi Old Trafford dalam enam bulan terakhir. Namun, ia tetap meragukan kapasitas manajer berusia 45 tahun itu untuk membawa klub meraih trofi major seperti Premier League atau Liga Champions.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Saya tidak bilang semuanya akan berantakan. Apa yang didapatkan Manchester United selama enam bulan terakhir adalah ketenangan dari sirkus media, dan Carrick menghadirkan hal itu," ujar Carragher. "Namun apakah dia punya stardust untuk memenangkan trofi terbesar? Saya pribadi tidak berpikir Michael Carrick memilikinya sebagai manajer."
Selain menyoroti kapasitas manajerial, Carragher turut mengkritik kebijakan transfer klub di bursa musim panas ini. Mengutip laporan dari sumber terpercaya, Manchester United sempat dikaitkan dengan gelandang berbakat Mateus Fernandes, namun memutuskan mundur karena keberatan dengan banderol harga 85 juta poundsterling sebelum sang pemain akhirnya berlabuh ke Tottenham Hotspur.
Sementara itu, legenda Manchester United Paul Scholes turut memberikan pandangan kritis terhadap lini pertahanan skuad asuhan Michael Carrick. Berdasarkan analisis Kabayan News, sektor bek tengah masih menjadi titik lemah krusial karena masalah kebugaran yang terus mendera para pemain belakang seperti Lisandro Martinez, Harry Maguire, Leny Yoro, hingga absennya Matthijs de Ligt akibat cedera punggung berkepanjangan.