Pendiri Thrive Capital Josh Kushner buka suara membela keterlibatan perusahaannya dalam skandal kontroversial yang melilit Presiden FIFA Gianni Infantino terkait rencana pembentukan entitas komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise atau FFE. Berdasarkan laporan TechCrunch pada Senin 1 September 2026, firma ventura prestisius asal New York tersebut terseret ke dalam pusaran drama yang berpotensi memicu jerat pidana bagi petinggi tertinggi sepak bola dunia itu.
Josh Kushner menyatakan bahwa gagasan awal dari kesepakatan tersebut sebenarnya sangat solid dan bertujuan baik untuk perkembangan ekosistem sepak bola global secara merata ke seluruh negara anggota. Namun demikian, menurut pengamatan Kabayan News, gelombang penolakan keras dari federasi sepak bola Eropa atau UEFA membuat situasi politik dalam tubuh organisasi tersebut menjadi tidak terkendali.
"Had we known what this would devolve into, we would not have gotten involved," ujar Josh Kushner dalam pernyataan resminya sebagaimana dikutip dari laporan Axios. Ia mengakui bahwa pihaknya sama sekali tidak memperhitungkan dinamika politik tingkat tinggi yang mewarnai percaturan sepak bola internasional sebelum memutuskan untuk ikut serta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSkandal ini bermula ketika Gianni Infantino berencana mendirikan FFE untuk mengelola aspek komersial kompetisi FIFA seperti hak siar televisi dan penjualan tiket dengan valuasi mencapai 20 miliar dolar AS. Berdasarkan laporan TechCrunch, Thrive Capital sempat menyetujui untuk menjadi salah satu investor utama dalam rencana pembelian saham sekunder senilai 4,2 miliar dolar AS dari total valuasi tersebut.
Namun rencana itu memicu kemarahan besar dari asosiasi sepak bola Eropa dan Amerika Utara yang merasa struktur keuntungan konvensional mereka terancam oleh pengaruh investor swasta luar. Penolakan masif tersebut akhirnya memaksa FIFA membatalkan proposal sebelum sempat diajukan ke meja voting seluruh anggota, sementara UEFA kini berupaya melangkah ke jalur hukum.
Menghadapi tekanan hukum serta permintaan dokumen terkait valuasi dari pengadilan federal Amerika Serikat atas desakan UEFA, Thrive Capital mengambil langkah taktis dengan merekrut pengacara kenamaan Alex Spiro dari firma hukum Quinn Emanuel. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, penunjukan pengacara andalan tokoh-tokoh besar seperti Elon Musk dan Jay-Z ini menunjukkan keseriusan Thrive dalam meredam badai hukum yang melibatkan pusaran uang raksasa di tubuh sepak bola global.