Pervis Estupinan batal meninggalkan AC Milan pada bursa transfer musim panas ini dan tetap bertahan di pusat latihan Milanello setelah kepindahannya ke klub Premier League kandas di detik-detik akhir.
Kegagalan transfer pemain asal Ekuador tersebut tergolong unik karena kendala bukan berasal dari sang pemain maupun klub peminat, melainkan dinamika rumit yang terjadi di balik meja perundingan.
Ketertarikan Aston Villa terhadap sang bek kiri bermula dari keinginan pelatih Unai Emery yang pernah bekerja sama dengannya saat di Villarreal, ditambah faktor agen Jorge Mendes yang memuluskan komunikasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLaporan dari The Athletic menyebutkan bahwa proses kepindahan tersebut sebenarnya sempat dinilai masuk akal dan mendekati tahap akhir sebelum negosiasi mengalami jalan buntu.
Dinamika Negosiasi Berubah dan Waktu Habis bagi AC Milan
Kondisi negosiasi yang kerap berubah-ubah membuat manajemen klub asal Inggris itu kehilangan kesabaran dan beralih merekrut target alternatif lain untuk memperkuat lini pertahanan mereka.
Klub Liga Inggris tersebut memutuskan mengalihkan fokus ke pemain lain setelah perundingan dengan kubu Rossoneri menemui hambatan akibat perubahan situasi yang mendadak.
Saat komunikasi kembali mencair menjelang penutupan bursa transfer, waktu yang tersisa sudah terlalu sedikit bagi AC Milan maupun sang pemain untuk merampungkan kepindahan.
Kegagalan transfer ini mirip dengan situasi deadline day yang sempat dialami oleh gelandang Youssouf Fofana dalam bursa transfer musim panas sebelumnya.
Pervis Estupinan akhirnya harus menerima kenyataan bertahan berseragam AC Milan dan menghabiskan sisa musim kompetisi di bawah arahan pelatih klub Italia tersebut.
Manajemen klub tidak lagi melakukan pergerakan lanjutan karena bursa transfer sudah resmi ditutup dan komposisi skuad dipastikan tetap seperti sedemikian rupa.