Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Jurnalis Parni+ Mengungsi, Diburu...
BERITA

Jurnalis Parni+ Mengungsi, Diburu Usai Dicap Ekstremis

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 29 Juli 2026
Jurnalis Parni+ situs LGBTQ+ terbesar di Rusia terpaksa mengungsi ke luar negeri

Jurnalis Parni+ situs LGBTQ+ terbesar di Rusia terpaksa mengungsi ke luar negeri

Jurnalis Parni+ situs LGBTQ+ terbesar di Rusia terpaksa melarikan diri ke luar negeri setelah situs mereka dicap sebagai organisasi ekstremis oleh pengadilan setempat. Keputusan tersebut diambil menyusul gugatan dari Kementerian Kehakiman Rusia di tengah pengetatan undang-undang propaganda LGBT di negara tersebut.

Pendiri sekaligus pemimpin redaksi Yevgeny Pisemsky menyatakan bahwa dirinya hanya memiliki waktu 24 jam untuk meninggalkan negara itu setelah menghadapi ancaman pidana. Ia mengaku sangat terpukul karena harus meninggalkan kehidupan profesional serta pribadi yang telah dibangun selama bertahun-tahun di tanah airnya.

Situasi serupa juga dialami oleh Damir Musin yang harus berpindah-pindah tempat perlindungan di berbagai negara Eropa dengan kondisi kesehatan yang kian memburuk. Ia menceritakan perjuangan beratnya bertahan hidup di pengasingan tanpa tabungan dan dukungan finansial yang memadai setelah kehilangan seluruh harta bendanya.

Meski berada di bawah tekanan berat dan ancaman hukum yang membayangi keselamatan mereka, para jurnalis Parni+ berkomitmen untuk terus melanjutkan karya jurnalistiknya. Mereka tetap bertekad memberikan ruang aman bagi komunitas LGBTQ+ di Rusia yang merasa terisolasi dan ketakutan akibat kebijakan diskriminatif negara.

Ancaman Negara dan Tekanan Berat

Rusia

Vadim Vaganov jurnalis Parni+ lainnya mengungkapkan bahwa aparat penegak hukum telah menjeratnya dengan berbagai tuduhan mulai dari undang-undang agen asing hingga propaganda LGBT. Tekanan tersebut tidak hanya berdampak pada dirinya secara langsung, melainkan juga merembet ke kerabat serta rekan-rekan terdekatnya.

Aparat keamanan Rusia bahkan dikabarkan mulai menginterogasi orang-orang yang memiliki hubungan atau kontak dengan para aktivis dan jurnalis yang kini berada di luar negeri. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya sistematis negara untuk menciptakan efek jera serta mengisolasi para pekerja media dari publik.

Kendati menghadapi berbagai rintangan ekstrem termasuk masalah finansial yang mengancam keberlangsungan media, para pengelola Parni+ menegaskan bahwa semangat mereka tidak akan pernah padam. Mereka bertekad menjaga agar suara komunitas minoritas tersebut tetap didengar oleh masyarakat luas di tengah gelombang sensor yang semakin ketat.

Parni+ hingga kini masih terus beroperasi dan menerbitkan berbagai artikel penting demi menyelamatkan ruang dialog bagi komunitas LGBTQ+ di Rusia. Misi utama mereka adalah memastikan bahwa setiap individu tidak merasa sendirian menghadapi tekanan dari negara yang berusaha menghapus keberadaan mereka.

Topics
parni+ lgbtq+ rusia jurnalis pengungsi ekstremis hak asasi manusia
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.