Donald Trump dan Vladimir Putin tampil dalam bentuk instalasi seni tiup raksasa yang sedang berciuman di tengah kemeriahan WorldPride 2026 Canal Parade di Amsterdam akhir pekan lalu. Kehadiran instalasi artistik yang mencuri perhatian publik tersebut menjadi salah satu momen paling ikonik dalam perayaan hak-hak LGBTQ+ tahun ini.
Instalasi yang diberi judul The Kissing Couple ini menampilkan figur raksasa menyerupai kedua pemimpin dunia tersebut dengan balutan busana khas berwarna biru putih ala Delft serta memegang bunga tulip. Penampilan visual ini sengaja dirancang untuk merepresentasikan patung keramik tradisional Belanda yang kerap dijumpai di berbagai toko suvenir di seluruh penjuru negeri kincir angin.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePawai di atas air yang membawa instalasi kontroversial itu melintasi kanal-kanal terkenal di Amsterdam pada 1 Agustus di hadapan ratusan ribu penonton. Sekitar 80 kapal hias turut memeriahkan rute pawai dengan alunan musik, warna-warni dekorasi, serta berbagai suar semangat protes yang disuarakan oleh komunitas global.
Pihak penyelenggara di balik instalasi seni tersebut menjelaskan bahwa karya mereka tidak bertujuan untuk memprovokasi pihak mana pun. Mereka menyatakan bahwa instalasi itu dibuat untuk menghentikan sejenak dinamika kekuasaan dan menyoroti sisi kemanusiaan yang universal di tengah isu politik global yang memanas.
Respons Perdana Menteri Belanda Terkait WorldPride 2026
Perdana Menteri Belanda Rob Jetten memberikan tanggapan resmi mengenai penyelenggaraan pawai akbar tersebut di tengah sorotan internasional. Rob Jetten yang merupakan perdana menteri gay terbuka pertama di Belanda turut berpartisipasi langsung dalam kegiatan Canal Parade tahun ini.
Melalui akun media sosial X, ia menyampaikan bahwa perayaan WorldPride kali ini membawa makna yang jauh lebih besar dan penting dari sebelumnya. Pernyataan tersebut dilontarkan mengingat hak-hak serta keselamatan komunitas LGBTQ+ di berbagai belahan dunia saat ini sedang menghadapi tekanan yang semakin meningkat.
Peringatan khusus mengenai keamanan ini mengemuka hanya berselang beberapa hari setelah insiden penyerangan tragis yang menargetkan acara Pride di Berlin. Peristiwa kelam yang terjadi pada 25 Juli tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Peningkatan sistem pengamanan ketat langsung diberlakukan di berbagai perhelatan Pride di seluruh daratan Eropa, termasuk di kota Amsterdam. Aparat kepolisian setempat dikerahkan secara intensif untuk melakukan patroli di sepanjang jalur kanal demi memastikan keamanan para peserta dan penonton pawai.