Kanker kolorektal atau sering dikenal sebagai kanker usus besar dan rektum kini menjadi salah satu ancaman kesehatan global dengan jutaan kasus baru setiap tahunnya. Berdasarkan laporan medis, penyakit ini bermula dari pertumbuhan sel tidak terkendali pada bagian usus besar yang dapat menyebar ke organ tubuh lain.
Menurut pengamatan tim redaksi, sebagian besar kasus kanker kolorektal dipicu oleh faktor gaya hidup tidak sehat serta gangguan genetik tertentu. Konsumsi daging merah, daging olahan berlebihan, kebiasaan merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik terbukti meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana dilaporkan dalam data kesehatan global, gejala awal kanker kolorektal sering kali tidak disadari karena bersifat asimtomatik pada tahap awal. Namun, beberapa tanda klasik meliputi adanya darah pada feses, perubahan kebiasaan buang air besar, penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas, serta kelelahan.
Mengutip rekomendasi medis terbaru, pemeriksaan penapisan atau screening kini dianjurkan mulai usia 45 hingga 75 tahun untuk mendeteksi polip jinak sebelum berkembang menjadi ganas. Melalui prosedur kolonoskopi, dokter dapat mengangkat polip kecil sekaligus mendeteksi potensi kanker sejak dini demi meningkatkan peluang kesembuhan pasien.