Pemerintah dan aparat penegak hukum di Kota Pattaya, Thailand, langsung mengambil tindakan tegas dengan mengintensifkan razia terhadap praktik prostitusi menjelang kedatangan kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Berdasarkan laporan media internasional, kapal megah tersebut dijadwalkan bersandar di kota resor tersebut dengan membawa sekitar 5.000 pelaut serta marinir.
Sebelum kedatangan ribuan personel militer tersebut, pihak kepolisian dilaporkan telah memperketat patroli di sepanjang kawasan pantai utama dan distrik hiburan malam Pattaya. Sebagaimana diberitakan oleh media setempat, serangkaian razia akhir pekan sebelumnya bahkan telah menjaring puluhan orang yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi ilegal di wilayah itu.
Kepala Kepolisian Pattaya Anek Srathongyoo mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga ketertiban, meskipun diakuinya tugas tersebut tidak mudah. "Kami melakukan yang terbaik, tetapi ini sulit karena para pekerja seks berpotensi menawarkan jasanya di area publik tanpa sepengetahuan pihak berwenang," ujarnya menjelaskan situasi di lapangan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun prostitusi secara hukum dinyatakan ilegal di Thailand, industri gelap tersebut tetap beroperasi secara terbuka di berbagai pusat pariwisata utama termasuk Bangkok dan Pattaya. Situasi ini memicu kekhawatiran tersendiri di kalangan akademisi mengenai risiko kesehatan, keselamatan, serta potensi eksploitasi seksual di tengah membeludaknya kunjungan wisatawan militer.
Di sisi lain, kedatangan USS Abraham Lincoln yang telah menghabiskan waktu lebih dari 200 hari di laut ini membawa angin segar bagi para pelaku usaha lokal yang mengharapkan lonjakan ekonomi. Wali Kota Pattaya Poramase Ngampiches memperkirakan setiap personel militer AS berpotensi membelanjakan ribuan baht per hari selama mereka menikmati masa cuti darat di kota tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Asosiasi Bisnis Kehidupan Malam Pattaya Lisa Hamilton menyambut baik kedatangan kapal perang AS yang dinilai dapat menjadi penyelamat di tengah lesunya sektor pariwisata. "Ketika kami mendengar kabar bahwa kapal perang Angkatan Laut AS akan bersandar di Pattaya, itu menjadi sumber harapan bagi kami," pungkasnya.