Berdasarkan laporan media Spanyol ABC, ketegangan hubungan bilateral antara Spanyol dan Maroko kembali memanas setelah pejabat tinggi pemerintah Maroko secara terbuka melayangkan klaim atas wilayah enklave Ceuta. Pernyataan provokatif tersebut disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Air Maroko, Nizar Baraka, di tengah memanasnya isu perbatasan.
Dalam sebuah acara partai politiknya, Baraka dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak akan mundur sejengkal pun dari wilayah yang mereka klaim. "Kami mengatakannya dengan sangat terus terang: Spanyol adalah mitra penting bagi kami, tetapi kami tidak akan mundur sedikit pun dari wilayah nasional kami", ujar politisi senior tersebut sebagaimana dikutip dari laporan media.
Pernyataan keras dari pejabat Maroko ini muncul hanya berselang beberapa jam setelah Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez melayangkan protes terbuka di Kongres. Sanchez dengan tegas mengecam berbagai komentar dari Rabat dan menegaskan bahwa integritas teritorial Spanyol, khususnya wilayah Ceuta dan Melilla, merupakan garis merah yang tidak dapat ditawar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKonflik diplomatik ini semakin pelik menyusul insiden penerobosan perbatasan yang melibatkan ribuan migran beberapa waktu lalu. Meskipun pemerintah Spanyol berupaya menjaga jalur diplomasi yang baik dengan negara tetangga tersebut, gelombang pernyataan kontroversial dari para menteri Maroko terus memicu ketegangan politik di dalam negeri Spanyol.