Lagu Breaking Up Is Hard to Do ciptaan Neil Sedaka bersama Howard Greenfield sukses mencatatkan diri sebagai karya musik legendaris yang mendunia sejak pertama kali dirilis pada tahun 1962. Berdasarkan analisis dari awak media, tembang ikonis ini tidak hanya menjadi karya paling ikonik milik Sedaka, tetapi juga berhasil menembus puncak tangga lagu Billboard Hot 100 pada 11 Agustus 1962 berkat balutan melodi pop yang memikat.
Dalam proses kreatif pembuatannya, intro vokal scat terkenal berbunyi "come-a come-a down, dooby doo down down" lahir secara tidak sengaja karena Sedaka dan Greenfield kesulitan menemukan lirik yang pas untuk bagian tersebut. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa improvisasi vokal spontan tersebut justru menjelma menjadi identitas kuat yang dicintai para penikmat musik lintas generasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan lagu ini semakin menarik ketika Sedaka merekam ulang karyanya dalam aransemen balada lambat pada tahun 1975 setelah terinspirasi dari versi sukses penyanyi Lenny Welch. Langkah eksperimental tersebut membuahkan hasil manis karena berhasil membawa versi kedua lagu ini kembali menembus jajaran atas tangga lagu populer Amerika Serikat.
Selain dibawakan oleh penciptanya sendiri dalam dua gaya berbeda, tembang klasik ini juga kerap dinyanyikan ulang oleh berbagai musisi ternama dunia seperti The Happenings, The Partridge Family, hingga diadaptasi ke dalam bahasa asing. Berbagai pencapaian tersebut membuktikan daya tarik luar biasa dari sebuah karya musik yang terus dikenang sepanjang masa.